Ziarah Ilmu di Kota Kembang: Saat El Tahfidh Islamic School Melawat ke Kreativa Global School Bandung

Dari pesantren tahfidz menuju ruang-ruang sekolah berkelas global, sebuah perjalanan singkat di Bandung menjadi titik penting menuju mimpi besar pendidikan Qur'ani Nusantara.

Direktur IBS El Tahfidh SMP, Ustadz Muhammad Adamin, S.Pd.I, M.E, Al Hafidz, bersama tim manajemen melakukan kegiatan studi banding (benchmarking) ke Kreativa Global School Bandung.

JELAJAHIN.COM, BANDUNG — Udara sejuk khas Kota Kembang menyambut rombongan tamu istimewa dari Kabupaten Bogor pada Jumat pagi, 8 Mei 2026. Di tengah lalu lintas Bandung yang khas dengan deretan pohon rindang di sepanjang sisi  jalan, jajaran pimpinan dan manajemen El Tahfidh Islamic School tiba di Kreativa Global School Bandung. Perjalanan ini bukan sekadar kunjungan kerja—melainkan sebuah ziarah ilmu, sebuah safari pendidikan yang akan menjadi penanda penting dalam peta pengembangan pesantren Qur’ani di Nusantara.

Bukan kebetulan jika Bandung kerap dipilih sebagai destinasi studi banding berbagai lembaga pendidikan dari penjuru Tanah Air. Kota yang dijuluki Parijs van Java ini sejak lama dikenal bukan hanya karena kulinernya yang menggoda dan udara pegunungan yang menenangkan, tetapi juga sebagai pusat pendidikan, kreativitas, dan inovasi. Di tengah denyut Kota Parahyangan inilah Kreativa Global School berdiri, menawarkan model pendidikan global yang menarik perhatian banyak pengelola pendidikan di Indonesia.

Bagi tim El Tahfidh yang datang dari pesantren Qur’an dengan tradisi tahfidz yang kuat, Bandung menjadi panggung yang tepat untuk menimba inspirasi—belajar tentang sistem manajemen sekolah internasional, kurikulum berstandar global, hingga budaya kerja yang membentuk karakter peserta didik.

“Benchmarking” yang Menjelma Pertemanan

Direktur IBS El Tahfidh SMP, Ustadz Muhammad Adamin, S.Pd.I, M.E, Al Hafidz menuturkan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari pembelajaran dan perbaikan sistem yang sudah berjalan di El Tahfidh Islamic School, baik pada program boarding maupun fullday.

“Kunjungan ini juga sebagai upaya penguatan konsep, sistem, dan tahapan pengembangan El Tahfidh International School yang kami persiapkan agar unggul, profesional, dan berdaya saing global,” ujarnya.

Sambutan hangat dari tuan rumah membuat suasana lekas mencair. Diskusi yang semula formal mengalir menjadi pertukaran gagasan yang akrab. Banyak hal baru yang ia catat dari Kreativa Global School—dan yang lebih menggembirakan, tim manajemen sekolah tersebut menyatakan kesiapan untuk menjalin kemitraan dengan El Tahfidh Indonesia. Sebuah benchmarking yang akhirnya melampaui agendanya: tumbuh menjadi persahabatan antarlembaga.

Bagi para santri El Tahfidh, sesungguhnya bepergian dan menjelajah bukan hal asing. Lembaga ini dikenal aktif membawa santrinya melakukan visit ke berbagai destinasi edukatif. Kunjungan kelayakan publik ke Singapura dan Malaysia rutin dilakukan, edukasi parlemen menjadi bagian dari kurikulum, dan program adventure memberi ruang bagi santri untuk mengenal alam Nusantara dari dekat.

Bahkan pendidikan karakter di El Tahfidh erat kaitannya dengan aktivitas berbasis gerak dan eksplorasi. Para santri akrab dengan taekwondo, berkuda, dan memanah—olahraga sunnah yang menumbuhkan keberanian, keseimbangan, dan jiwa kepemimpinan. Tak heran jika tim Kreativa Global School memberikan apresiasi khusus terhadap berbagai program unggulan ini, yang menjadikan santri El Tahfidh bukan hanya hafal Al-Qur’an, melainkan juga memiliki karakter pemimpin yang siap berkelana di panggung dunia.

Mimpi Sang Abi: Hafidh yang Menjelajah Dunia

Di balik perjalanan satu hari ke Bandung itu, ada visi besar dari sang pendiri, Abi Dr. H. Jhon Edy Rahman, S.H., M.Kn. Ia begitu memperjuangkan agar para santri El Tahfidh menjadi generasi yang mahkota Qur’aninya bersinar di mana pun mereka berpijak—dari Tanah Air hingga ke berbagai sudut dunia.

“Salah satu kewajiban orang tua adalah menyiapkan anak-anaknya agar memiliki kemampuan menghadapi tantangan zaman, dan selamat baik di dunia maupun di akhirat,” demikian pesan yang kerap ia sampaikan, mengutip semangat QS An-Nisa ayat 9 tentang menjaga generasi penerus agar tidak menjadi generasi yang lemah.

El Tahfidh Islamic School Melawat ke Kreativa Global School Bandung

Sejak didirikan pada tahun 2008, El Tahfidh Islamic School telah meluluskan ribuan hafidh yang kini tersebar di antero Nusantara. Sebagian di antaranya bahkan melanjutkan studi ke perguruan tinggi di luar negeri. Saat ini, lebih dari 1.200 santri sedang menempa diri di lembaga tersebut.

Sore hari, ketika rombongan El Tahfidh bersiap meninggalkan Bandung, ada yang lebih dari sekadar oleh-oleh khas kota itu yang mereka bawa pulang. Mereka membawa pulang gagasan baru, jejaring baru, dan keyakinan baru—bahwa El Tahfidh International School yang sedang dipersiapkan akan menjadi babak berikutnya bagi pesantren Qur’an di Indonesia.

“Demi mencetak para Hafidh Qur’an berdaya saing internasional, kami sangat serius mempersiapkan pendirian El Tahfidh International School,” tegas Ustadz Adamin sebelum berpamitan.

Bandung pun melepas mereka dengan senyum khasnya. Di kota yang tak pernah berhenti menjadi tempat orang datang untuk belajar, sebuah perjalanan kecil baru saja menabur benih bagi sekolah internasional Qur’ani masa depan—sebuah lembaga yang kelak akan mengirim para hafidh muda Nusantara untuk menjelajah dunia, dengan Al-Qur’an di dada dan keberanian di langkah. (Tim Jelajahin)

 

W Hanjarwadi lama berprofesi sebagai jurnalis di majalah nasional serta bekerja sebagai penulis lepas. Saat ini banyak menghabiskan waktu sebagai travel reviewer dan konten kreator.
Exit mobile version